Elektabilitas Naik, PPP Dinilai Mampu Raih Simpati Publik

0
19
(Foto: Dok. PPP)

JAKARTA – Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Saifuddin Asrori menilai, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) masih berpeluang besar untuk mendongkrak tingkat elektabilitasnya ke posisi lebih tinggi dari hasil survei yang dikeluarkan Indikator Politik, yakni 3,9%.

“Apalagi dengan margin error ±2,9 sehingga bisa saja sebenarnya tingkat elektabilitas PPP itu sudah berada diangka 6,8%. Belum lagi misalnya kalau PPP yang saat ini banyak dihuni para pengurus muda mampu mengakselerasi program keumatan dari sekarang,” kata Asrori, Jumat (27/8/2024).

Selain itu, hal yang tak kalah penting menurutnya adalah PPP harus bisa menjaga soliditas di internal kepengurusan partai. Dualisme kepengurusan yang terjadi di periode sebelumnya menjadi pelajaran penting bahwa perpecahan hanya akan menguras banyak energi.

“Jadi, PPP harus mulai fokus pada bagaimana mengembalikan suara yang hilang dalam dua pemilu terakhir, sembari juga membidik suara dari kalangan pemilih muda milenial yang jumlahnya cukup besar pada pemilu 2024 yang akan datang,” tuturnya.

Sementara itu, pengamat politik Ujang Komarudin mengatakan, saat ini partai berlambang Ka’bah itu sudah belajar dari pengalaman dari Pemilu 2019 lalu yang hampir terlempar dari Senayan.

“Oleh karena itu, PPP tancap gas berjuang agar bisa bangkit dalam menyongsong perhelatan politik berikutnya,” papar Dosen Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) ini.

Dikatakannya, tren elektabilitas PPP yang terus naik dalam beberapa hasil survei bisa saja dipengaruhi kinerja kader-kader PPP yang terus bergerak menyambangi dan membantu masyarakat secara langsung.

“Survei itu sifatnya masih dinamis, selalu berubah setiap saat. Mungkin jika PPP surveinya naik, itu karena PPP mampu meraih simpati publik dengan kerja-kerja yang mereka lakukan,” tandasnya.

Seperti diketahui, hasil survei Litbang Kompas pada 22 Februari 2021 lalu PPP hanya memperoleh angka 0,5%. Lalu, survei Lembaga Indonesia Development Monitoring (IDM) pada 23 Maret 2021 meraih 3,1% dan Survei Parameter Politik Indonesia 5 Juni 2021 lalu PPP di angka 3,5%.

Selanjutnya, hasil sirvei Lembaga Indikator Politik sendiri di periode 23 April lalu PPP memperoleh 3,8%. Angka tersebut naik pada Agustus 2021 menjadi 3,9%. (alf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here