Anggota MPR Arwani Thomafi Sosialisasikan 4 Pilar ke Pesantren di Rembang

0
116
Ketua Fraksi PPP MPR RI Arwani Thomafi dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR di Rembang, Senin (25/11/2019). (Foto: BG/Alf)

REMBANG – Empat Pilar Kebangsaan tidak cukup hanya menjadi bahan diskusi di kalangan elit semata, tapi harus dipahami dan dijadikan pegangan seluruh elemen bangsa di kehidupan sehari-hari, termasuk para generasi muda di pondok pesantren.

Penekanan itu disampaikan Ketua Fraksi PPP MPR RI Arwani Thomafi dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang dihadiri kiai, dewan pengasuh dan ratusan santri Pondok Pesantren Al-Hamidiyah Rembang, Senin (25/11/2019).

“Jika diibaratkan sebuah bangunan rumah, empat pilar yang terdiri atas Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Binneka Tunggal Ika, seperti sebuah tiang penyangga. Harus tetap berdiri kokoh sebagai kekuatan pemtangga atai penopang,” kata Arwani.

Menurut dia, rakyat Indonesia, termasuk di dalamnya para ulama dan santri akan merasa aman, nyaman, serta terhindar dari berbagai macam gangguan jika empat pilar sebagai tiang penyangga bangunan rumah kebangsaan tetap berdiri kokoh.

Dengan pemahaman yang baik dan benar tentang empat pilar, insyaallah para generasi muda dengan seluruh komponen bangsa akan selalu mencintai negara ini dan berbuat untuk kemaslahatan Indonesia ke depan yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi II DPR itu juga meyakini keberadaan pilar kebangsaan yang kokoh dan kuat dapat menangkal berbagai bentuk ancaman dan gangguan, baik dari dalam maupun dari luar. Termasuk menangkal ancaman radikalisme dan sikap intoleran.

Karena itu, Arwani mengajak kepada para ulama dan santri agar turut berperan aktif menularkan pemahaman tentang empat pilar kebangsaan kepada masyarakat luas. Dengan begitu, empat pilar tak hanya jadi bahan diskusi di kalangan elit politik saja.

“Pancasila, UUD 1945, NKRI, serta Bhineka Tunggal Ika adalah warisan tak ternilai dari para pendiri bangsa yang harus tetap berdiri kokoh dan kuat, serta terus hidup di tengah-tengah masyarakat,” pungkasnya. (alf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here