Arsul Sani Ajak Ansor Lakukan Kontra Radikalisme

0
152
Anggota MPR Arsul Sani dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kantor PC NU Pemalang, Sabtu (8/9/2018). (Foto: RB/Tj)

PEMALANG – Anggota MPR RI Arsul Sani mengajak elemen masyarakat, khususnya pemuda untuk melawan gerakan radikalisme. Paham yang bertentangan dengan ideologi Pancasila itu dinilai sangat berbahaya jika terus dibiarkan berkembang di Indonesia.

Hal ini disampaikan Arsul saat sosialisasi empat pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Kantor PC NU Pemalang, Sabtu (8/9/2018). Empat pilar tersebut, yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Sewaktu menyusun RUU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, kami (DPR) disodorkan data bahwa banyak pemuda Indonesia yang bergabung dengan organisasi terorisme internasional, dan yang kembali ke Indonesia jumlahnya sekitar 1000 orang,” ungkap Arsul.

Bahayanya lagi, terang Sekjen DPP PPP itu, para pemuda yang pernah tergabung dalam organisasi terorisme internasional tersebut kembali ke Indonesia membawa paham radikal. Mereka bahkan siap menyebarkan paham itu melalui doktrinisasi dengan target anak pemuda.

Karena itu, Arsul mengajak PC Ansor Kabupaten Pemalang untuk menguatkan ideologi kebangsaan di kalangan pemuda sebagai upaya kontra radikalisme.

“Dalam UU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, disebutkan upaya kontra radikalisme sebagai upaya partisipatif masyarakat untuk melawah gerakan doktrinisasi di kelompok yang dianggap potensial terkena doktrin radikalisme. Target mereka adalah pemuda, maka saya berharap Ansor dapat menguatkan ideologi kebangsaan melalui peningkatan pemahaman Empat Pilar di kalangan pemuda,” jelas anggota Pansus UU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Senada dengan Arsul, Ketua PC NU Pemalang KH. Ahmad Dasuki menyampaikan, bahwa kader NU di setiap tingkatan perlu meningkatkan pemahamannya mengenai empat pilar kebangsaan demi menjaga keutuhan bangsa.

“Sosialisasi Empat Pilar ini penting, karena Kader Nahdlatul Ulama perlu memahami dan menguatkan empat pilar demi menjaga keutuhan NKRI,” kata Dasuki.

Sementara itu, kader NU Pemalang yang juga menjabat KPUD Pemalang, Khoirul Umam membenarkan adanya upaya radikalisme, untuk tidak mempercayai sistem tata negara, khususnya demokrasi melalui Pemilihan Umum.

“Banyak dari kalangan pemuda yang menginginkan mengganti sistem pemerintahan, karena tidak percaya dengan demokrasi melalui pemilihan umum. Maka sebagai kader NU kita harus bisa memahami secara utuh UUD 1945 sebagai landasan hukum bernegara dan berdemokrasi,” tegas Umam. (tj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here