PPP: Kiai Ma’ruf Tak Pernah Ancam Jokowi Soal Cawapres

0
291
Wasekjen DPP PPP Achmad Baidowi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyatakan tidak melihat ada ancaman dari Ketua MUI K.H. Ma’ruf Amin kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar kader NU dipilih menjadi calon wakil presiden.

Menurut Wakil Sekretaris Jenderal PPP Achmad Baidowi, tudingan Mahfud MD yang menyebut Ma’ruf menyatakan NU tidak bertanggung jawab apabila bukan kader yang menjadi cawapres Jokowi hanya muncul dari elit PBNU.

“Ya kami tidak melihat sebuah ancaman begitu karena kalau ancaman itu kan mengancam Presiden berbahaya juga. Tetapi melihat organisasi NU ada orang-orangnya di dalamnya, ada elit-elitnya dan elit-elitnya kebetulan pelaku politik gitu,” kata Achmad Baidowi di Media Center Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Jalan Cemara, Menteng, Jakarta, Rabu (15/8/2018).

“Sama misalkan saya memiliki organisasi lain di luar PPP menggunakan organisasi tersebut saya diidentifikasi sebagai oknum dari organisasi tersebut bisa saja. Asalkan tidak menggunakan institusi itu secara resmi,” ujarnya.

Oleh karena itu, Achmad Baidowi mengatakan ancaman tersebut bukan sikap resmi dari PBNU. Lagipula tidak ada surat resmi dari PBNU ke Jokowi yang menyatakan akan lepas tangan andai kader NU tak menjadi cawapres Jokowi.

“Saya nyambung juga tadi disampaikan terkait dengan sikap tersebut kalau sikap PBNU itu resmi kalau itu kan informal. Jadi tidak menjadi sebuah catatan sebenarnya bisa dianggap ya namanya politik ya begitu,” tandas Anggota DPR RI yang duduk di Komisi II tersebut.

Achmad Baidowi menganggap ucapan Robikin itu hanya bagian dari gimmick politik. Hal serupa juga dilakukan oleh Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang menyatakan Jokowi sulit menang jika tidak menggandengnya sebagai cawapres.

“Ya itu sekali lagi itu kan gimmick politik. Sama dengan dengan Cak imin bilang kalau tidak menggandeng saya tidak akan, sulit untuk terpilih,” ungkapnya.

Atas polemik ini, Achmad Baidowi meminta awak media mengkonfirmasi langsung ke Cak Imin. “Ya sekali lagi itu perlu diklarifikasi dan dikonfirmasi kepada sumber yang mengatakan. Kalau Pak Mahfud Pak Mahfud tidak mendengar langsung dari Prof Ma’ruf amin tapi dari seseorang dari Cak imin tinggal dikonfirmasi,” pungkasnya. (oky/alf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here