Lulusan SMK Perlu Maksimalkan Fungsi BLK

0
337
Ilustrasi siswa SMK

JAKARTA – Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dinilai perlu memaksimalkan fungsi Balai Latihan Kerja (BLK) di kota dan derahnya masing-masing. Hal ini dikarenakan, fungsi BLK di daerah dan kota belum difungsikan secara maksimal oleh para lulusan SMK.

“Untuk mengurangi angka pengangguran, salah satu hal yang penting dilakukan adalah dengan memaksimalkan fungsi BLK, khususnya untuk lulusan SMK,” kata Pemerhati Ketenagakerjaan, Dani Satria di Jakarta lewat rilis pers, 27 Mei 2018.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah pengangguran di tahun 2018 mengalami penurunan dibandingkan tahun kemarin. Per Februari 2018, pengangguran berkurang 140 ribu orang dari tahun 2017 yang sebesar 7.005.262 orang.

“Ini merupakan sebuah pencapaian yang baik dalam hal pengurangan angka pengangguran. Namun kita perlu tetap mengupayakan di tahun mendatang supaya jumlah penganggurannya bisa turun lebih banyak melalui sarana yang sudah ada,” ujar Dani.

Menurut Dani, saat ini pemerintah mempunyai lembaga bernama BLK yang dapat menyumbang penurunan pengangguran ini. Fungsi BLK perlu dioptimalisasikan, supaya dapat merekrut para peserta pelatihan lebih banyak.

Tidak hanya itu, instansi pendidikan juga perlu mendorong supaya para peserta didiknya, khususnya SMK agar dapat memperoleh sertifikasi dan pelatihan di BLK.

“Kenapa SMK, karena berdasarkan data Tingkat Pengangguran Terbuka atau TPT, SMK lah yang tingkat penganggurannya paling tinggi di tahun 2018 ini,” imbuh Dani.

Seperti dketahui, latar belakang pendidikan SMK memiliki angka TPT tertinggi dengan persentase sebesar 8,92 persen. Selanjutnya disusul oleh TPT Diploma sebesar 7,92 persen, SMA 7,19 persen, universitas 6,31 persen, SMP 5,18 persen dan terakhir lulusan SD sebesar 2,67 persen.

Dani menambahkan, perlu adanya evaluasi terkait optimalisasi dan efektivitas hasil pendidikan di SMK bagi pasar dunia kerja. Meski begitu, masih ada peluang untuk menambah keterampilan siswa SMK melalui BLK. Sosialisasi supaya siswa SMK mau mengikuti pelatihan di BLK pun harus dimaksimalkan dan digencarkanjuga.

“Kurikulum dan materi pelatihan di BLK pun seharusnya juga tetap harus diupdate dan terus diperkaya menyesuaikan kebutuhan yang lebih real industri-industri supaya lulusan SMK dapat terserap secara maksimal,” jelas Dani. (tj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here