Guru Madrasah dan Penyuluh Honorer Nyatakan Dukung Rindu

0
256
Guru madrasah dan penyuluh agama honorer Jawa Barat menyatakan dukungannya pada pasangan Rindu. (Foto: Kanal Berita)

BANDUNG – Guru madrasah dan penyuluh agama honorer Jawa Barat menilai program pasangan Cagub Cawagub Ridwal Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) memberikan perhatian pada peningkatan kesejahteraan mereka. Karena itu, mereka menyampaikan dukungannya pada Uu di Bandung, Sabtu (26/5/2018).

Perwakilan guru madrasah dan penyuluh honorer Heri Purnama menyatakan, selama ini kesejahteraan honorer kurang mendapat perhatian. Atas alasan itu, mereka mendukung RINDU yang salah satu programnya meningkatkan kesejahteraan guru honorer.

“Kami berharap  program ini akan meningkatkan  kesejahteraan para guru honorer. Selama ini kesejahteraan para honorer kurang mendapat perhatian padahal peran mereka adalah benteng moral generasi muda,” ujar Heri.

Menanggapi dukungan ini, Kang Uu menyatakan bertekad akan meningkatkan kesejahteraan honorer di antaranya dengan kebijakan anggaran.

“Kami berterima kasih dengan dukungan honorer. Salah satu program RINDU adalah juara di bidang agama. Omong kosomg kalau program itu tidak perlu anggaran. Karena itu nantinya kami akan menyiapkan kebijakan anggaran khusus untuk program ini,” ucapnya.

Komitmen Kang Uu terhadap madrasah, pesantren dan kegiatan agama sendiri telah ia lakukan semasa menjabat Bupati Tasikmalaya, yaitu dengan menggelontorkan dana hingga Rp58 miliar per tahun.

Dia mengatakan, jumlah guru honorer yang berada di Jabar terbilang besar. Di Tasikmalaya, Uu menyebut guru honorer yang terdaftar di Dinas Pendidikan mencapai sekitar 7.000 orang.

Selain jumlahnya yang banyak, nasib guru honorer ini harus diperjuangkan sebab mereka memiliki peranan penting untuk mendidik dan menciptakan generasi penerus pemimpin bangsa di masa depan. Tanpa guru, Uu menyebut sumber daya manusia unggul mustahil bisa ditelurkan.

Uu belum bisa merinci secara pasti berapa besaran honor yang ditawarkan jika mereka terpilih nanti. Namun, pengasuh pondok pesantren ini mengatakan jumlah uang yang dikucurkan bakal disesuaikan dengan kemampuan anggaran dan lebih besar ketimbang yang diterima para guru saat ini.

“Itu bagian dari program Jabar Juara, karena suksesnya Jabar Juara dalam poin kedua adalah juara masyarakatnya. Isinya adalah pendidikan,” pungkasnya. (tj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here