Ini Respon KPAI, Soal Bom Bunuh Diri yang Libatkan Anak-anak

0
205
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). (Foto: Dok. RB)

JAKARTA – Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak, Jasra Putra menilai, terlibatnya anak dalam aksi bom beberapa waktu lalu, karena dari kecil sudah didoktrin paham radikal oleh orangtuanya.

KPAI, kata Jastra mengutuk orang tua yang melibatkan anak dalam aksi biadabnya.

“Kita semua keluarga yang membawa anak dalam aksi bom bunuh diri ini. Anak-anak itu memang berada pada keadaan sulit dimana keluarganya sudah menganut paham  radikal sejak mereka masih kecil, dan anak-anak sendiri tentu tidak bisa memilih dan pada akhirnya anak-anak dengan lugunya menelan habis apa yang disampaikan oleh orangtua,” ujar Jasra, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Jasra mendorong pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama dan Kementerian Sosial agar memberikan pendampingan kepada anak yang menjadi korban. Jasra menilai, anak-anak perlu dipulihkan atau direhabilitasi rasa traumatik mereka setelah insiden pengeboman.

“Kalau tidak direhab dengan baik ini akan menjadi  trauma yang luar biasa bagi dirinya apalagi dia melihat sendiri orangtuanya meledakan diri,” paparnya.

Tak hanya itu, sambung Jasra, pembuka agama juga harus turun tangan untuk memberikan nilai-nilai ke Islaman dan Keindonesiaan yang benar kepada anak.

“Pemahaman tentang nilai – nilai dan konteks keindonesian, NKRI dan bagaiamana nilai kepancasilaan,” pungkas Jasra.

Hal yang sama, kata juga harus dilakukan kepada anak – anak yang menjadi korban penyerangan keji ini, pemerintah bdan pemuka agama kata dia, memiliki peran penting untuk memulihkan rasa tramua mereka atas kejadian itu, sebab anak – anak ini lanjut Jasra  masih memiliki masa depan yang panjang.

“Intinya baik korban maupun pelaku semuanya adalah  anak-anak  jadi tindakannya tidak berbeda jauh harus ada pendampingan dari pisikologi dan pemuka agama karena mereka pasti sangat trauma atas kejadian ini,” demikian Jasra. (tj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here