Aksi Bom di Surabaya, IPW Nilai Polda Jatim Kedodoran

0
204
Serangan teror bom di salah satu gereja di Surabaya. (Foto: Dok. RB)

JAKARTA – Polda Jawa Timur dianggap kedodoran dalam manajemen sistem deteksi dan antisipasi dini serangan bom beruntun di Surabaya pasca kerusuhan di Brimob Kelapa Dua. Sehingga jajaran kepolisian dan intelijen seakan tidak berdaya dan tidak solid.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengaku mencemaskan situasi ini. Terutama jika jajaran kepolisian tidak bisa segera mengendalikan situasi.

“Masyarakat akan semakin resah dan merasa tidak aman, sementara bulan suci Ramadhan sudah di depan mata. Bagaimana pun masyarakat butuh situasi aman saat melaksanakan ibadah Ramadhan,” ujar Neta dalam keterangannya, Senin (14/5/2018).

Neta meminta agar Polri dan kalangan intelijen perlu bekerja super keras untuk menghentikan aksi teror ini agar tidak ada celah bagi teroris untuk beraksi. Terutama menjelang sidang tuntutan terhadap tokoh teroris Aman Abdurrahman yang rencananya akan berlangsung Jumat ini di PN Jaksel.

“Aman adalah otak bom Thamrin. Ucapan dan perintah tokoh JAD ini sangat didengar dan diikuti para pengikutnya, termasuk melakukan aksi bom bunuh diri,” paparnya.

Oleh karenanya, Neta mendorong situasi seperti ini perlu diantisipasi kepolisian.

“Pagar betis harus dilakukan agar pengikut Aman tidak punya celah untuk menebar teror balas dendam,” tukasnya. (tj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here