IPW: 57 Teroris Masuk Jakarta

0
270
Napi teroris yang menyerah. (Foto: Humas Mabes Polri)

JAKARTA – Jajaran Polri perlu mencermati terkait masuknya 57 orang yang diduga sebagai jaringan teroris dari enam daerah ke Ibukota Jakarta pasca kerusuhan di Rutan Brimob, Depok, beberapa waktu lalu.

Dari data yang diperoleh IPW, sejak Jumat pukul 20.00 Wib jaringan teroris tersebut sudah berada di Jakarta.

“Dari Kelompok Tegal ada tiga orang. Dari Kelompok Pekanbaru pimpinan Boy ada 10 orang,” kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane, Jakarta, Sabtu (12/5/18).

“Mereka jalan darat dan sempat mampir di Lampung sebelum menyeberang ke Banten,” sambung Neta.

Neta menambahkan, jaringan kelompok Abu Sayyaf dari Karawang ada enam orang yang masuk Ibukota dengan mengendarai sepeda motor.

Sedangkan untuk kelompok Cirebon terbagi dua, mereka dibawah pimpinan Heru Komarudin.

“Ada tujuh orang dan datang dengan menyewa mobil rental dan langsung membuka posko di Depok. Kelompok kedua, Kelompok Suki tidak terlacak karena menghilang,” papar Neta.

Selanjutnya, dari kelompok Indramayu pimpinan Sutomo tujuh orang masuk Jakarta.

Kemudian, kelompok Tasikmalaya, kata Neta, juga terbagi dua. Pimpinan Rido 10 orang dengan tiga mobil tiba di Jakarta.

Sedangkan, pimpinan Ade Cawe ada lima orang dan datang dengan tiga sepeda motor.

“Kelompok Ade Cawe ini sudah berhasil diciduk polisi. Satu tewas ditembak polisi dan tiga ditangkap, termasuk Ade Cawe. Sedangkan satu lagi berhasil kabur,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, Neta meminta agar Polri mengevaluasi dua kasus yang terjadi berturut turut di Mako Brimob.

“Buruknya profesionalisme, kacaunya kordinasi di internal polri, rendahnya kepekaan dan kepedulian aparatur kepolisian serta tdk taatnya aparatur kepolisian pada SOP dan tdk adanya pengawasan atasan terhadap kinerja bawahan adalah penyebab utama terjadinya dua tragedi di Mako brimob,” tukas dia. (tj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here