Rusuh di Mako Brimob, 5 Petugas dan 1 Napi Tewas

0
302
Suasan di depan pintu gerbang Mako Brimob, Depok. (Foto: Akurat)

JAKARTA – Penyerangan narapidana teroris kepada aparat kepolisian di Mako Brimob, Depok, Selasa (8/5/2018) malam, telah menimbulkan korban jiwa yaitu 5 orang dari aparat dan 1 narapidana teroris.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal memastikan adanya korban tewas akibat kerusuhan tahanan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Iqbal menyebut 6 orang tewas dalam kerusuhan itu. 5 Orang korban tewas berasal dari Korps Bhayangkara.

“Kami sampaikan bahwa insiden ini memakan korban jiwa, ada 5 rekan kami gugur,” ujar Iqbal kepada wartawan di depan Mako Brimob, Depok, Jawa Barat,  Rabu (9/5/2018).

Atas kejadian itu, Ketua Setara Institute Hendardi menyampaikan duka atas gugurnya sejumlah anggota Polri dalam penanganan kerusuhan di Mako Berimob itu.

“Peristiwa ini menunjukkan bahwa penanganan narapidana dan lembaga pemasyarakatan terorisme tidak bisa menggunakan standar biasa karena narapidana teroris masuk kategori high risk dan perlu penanganan khusus,” kata Hendardi dalam keterangannya, Rabu (9/5/2018).

Ia mendorong pemerintah memberikan dukungan terhadap penguatan  Lapas untuk jenis-jenis kejahatan serius.

“Penyerangan napi terorisme menunjukkan bahwa kekuatan kelompok teror masih eksis dan efektif berjejaring dan terus menjadi ancaman bagi keamanan,” ungkap dia.

Menurut Hendardi, peristiwa ini mengingatkan semua pihak untuk tidak berkompromi dengan radikalisme dan terorisme yang mengancam keamanan dan ideologi bangsa.

“Penyikapan atas terorisme harus terus dilakukan dan dimulai dari hulu terorisme, yakni intoleransi,” tuntasnya. (tj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here