Gaya Berpakaian Ketum PPP Sita Perhatian Milenial

0
465
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy alias Gus Romy. (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Mengenakan lilitan sorban di leher dan celana jeans sekarang menjadi tren dibanyak kalangan, khususnya di kalangan anak muda atau biasa disebut generasi milenial. Gaya berpakaian seperti itu tidak lain meniru penampilan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy alias Gus Rommy.

Dengan gaya sorban melilit di leher serta celana jeans bak anak generasi milenial mewarnai baliho dan spanduk Rommy yang tersebar di hampir belahan Indonesia.

Tak hanya terpampang di baliho, Rommy dengan gayanya yang menyita perhatian anak muda itu juga kerap mendatangi sejumlah tempat mangkal muda-mudi, seperti di Jackloth Cafe, Jember, pada Kamis (5/4/2018). Rommy bahkan tak canggung unjuk kebolehan olah vokal diiringi musik band indi.

Bak virus, tren bersorban Gus Rommy juga diikuti Ketua Majelis Syariah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP K.H. Maimoen Zubair (Mbah Moen) dan para kader PPP. Itu terlihat pada acara Munas Alim Ulama PPP di Hotel Patra, Semarang, Jawa Tengah. Mayoritas peserta memakai kemeja putih dengan sorban motif kotak-kotak berwarna hijau melilit di lehernya.

Menurut pakar komunikasi politik Emrus Sihombing, gaya Gus Rommy bukan tanpa tujuan. Sebagai nahkoda partai berlambang Ka’bah, ada pesan yang ingin disampaikan Rommy, yakni ingin meraup suara pemilih dari generasi milenial.

“Kalau kita lihat misalnya surban itu kan simbol religius, jeans simbol milenial anak muda, jadi saya melihat beliau ingin mengkombinasikan antara religiusitas dengan milenial. Kaum milenial ini kan kaum yang trendi, katakanlah modis dan kekinian kan gitu, nah, jeans adalah salah satu simbol kekinian,” kata Emrus, Jumat (4/5/2018).

Rommy dengan paduan sorban dan jeans ingin memadukan dua budaya yang selama ini dianggap tak sejalan. Sorban disimbolkan sebagai budaya Islam. Sementara Jeans adalah simbol budaya Barat. Dengan perpaduan ini, PPP sebagai rumah umat Islam menjadi tempat bertemunya semua simbol budaya. PPP adalah milik semua kalangan, termasuk kaum muda.

“Kalau kita lihat dari pesan komunikasi politik, Rommy ingin merebut suara kaum muda,” imbuhnya.

Untuk diketahui, suara generasi milenial dengan rentan umur 17-34 tahun tak bisa dipandang sebelah mata dalam Pemilu 2019. Sebab, menurut Saiful Mujani Research Consulting (SMRC), saat ini setidaknya 34,4 persen masyarakat Indonesia ada di rentang usia emas tersebut.

Sementara menurut Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP Achmad Baidowi, PPP sebagai partai yang memadukan tradisi lama dan tradisi baru mencoba beradaptasi dengan generasi milenial yang jumlahnya mencapai 40% dari jumlah pemilih.

“Karena itu salah satu tujuan untuk gaya berpakaian tersebut. Dan sejauh ini memang jadi pembicaraan di kalangan pemerhati mode. Hanya saja kami tidak hanya berhenti di situ, tapi juga melakukan cara-cara lainnya untik bisa menggaet suara pemilih milinealm,” terangnya. (oky/ppp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here