Politisi PDIP Sebut SP3 Rizieq Tak Ada Kaitan dengan Pertemuan Jokowi-PA 212

0
222
Politisi PDIP Masinton Pasaribu. (Foto: Detik)

JAKARTA – Politisi PDIP Masinton Pasaribu menyatakan, keluarnya Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) atas kasus dugaan penodaan lambang negara atau Pancasila yang melibatkan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab di Polda Jawa Barat tidak ada kaitannya dengan pertemuan Persaudaraan Alumni (PA) 212 dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Enggak, enggak ada itu tidak ada kaitannya,” ujar Masinton di Komplek Parlemen, Jakarta Jumat (4/5/2018).

Dia menjelaskan, penghentian kasus Rizieq melalui SP3 merupakan kewenangan penyidik pihak berwajib bila dinilai tidak memiliki alat bukti yang kuat untuk melanjutkan perkara tersebut. Apalagi, hal tersebut telah diatur dalam undang-undang (UU).

“Memberikan SP3 kan kewenangan penyidik, dan itu berlaku limitiatif,” tutur dia.

Dalam pasal 109 ayat (2) Kitab Undang-Undang Hukum Acada Pidana (KUHAP), kata Masinton, telah mengatur hal tersebut. “Mengatur bahwa penenapan tesangka itu berlaku limitiatif dan itu kewenangan penyidik,” ungkapnya.

Politisi PDIP ini mengaku yakin, Polda Jawa Barat sudah melakukan tugasnya dengan baik. Jika ada tudingan kriminalisasi ulama, bagi Masinton, itu tidak benar.

“Semuanya ya, Kepolisian itu mentapkan status hukum seseorang itu berdasarkan alat bukti. Jika kemudian dalam penanganan perkaranya tidak ditemukan alat bukti yang cukup. Kepolisian kan bisa menghentikan. Penyidik bisa menghentikan perkara,” tukas dia. (tj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here