Soal Rekaman, Pimpinan DPR Diminta Panggil Menteri BUMN-Dirut PLN

0
256
Ketua Fraksi PKS di DPR Jazuli Juwaini. (Foto: Babat Post)

JAKARTA – Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini menilai, usai reses, hendaknya DPR memanggil Menteri BUMN Rini Soemarno dan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir untuk mengklarifikasi beredarnya rekaman percakapan yang diduga soal bagi-bagi fee proyek.

“Bisa panggil mereka melalui pimpinan DPR sebagai salah satu bentuk pengawasan sekaligus untuk membuktikan ini bener apa hoax,” kata Jazuli, Jakarta, Selasa (1/5/2018).

Menurut Jazuli, bila terbukti percakapan tersebut suara Rini-Sofyan dan isi pembicaraanya sesuai dengan yang ada di rekaman yakni dugaan bag-bagi fee, maka jalan terbaiknya mereka berdua harus mundur dari posisinya. Apalagi, Presiden Joko Widodo juga pernah membubarkan perusahaan -PT Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) yang diduga banyak mafia minyak.

“Kalau terbukti ya harusnya mundur dari mentri dan Dirut PLN nya.  Karena Pak Presiden Jokowi pernah membubarkan perusahan yang dianggap calo dalam perminyakan, kalau konsisten ya enggak boleh ada calo-calo lain dalam urusan minyak, listrik dan lain-lain,” tegas dia.

Namun begitu, anggota Komisi I DPR ini mengajak publik untuk selalu berfikir positif. Sebelum kebenaran percakapan tersebut diklarifikasi oleh Rini-Sofyan kepada masyarakat dengan membuka rekaman aslinya.

“Tapi kita tetap harus praduga yang baik dulu. Harus kasih ruang klarifikasi dulu, enggak boleh menyimpulkan tanpa mendengar klarifikasi terlebih dulu,” tukas dia.

Sebelumnya, rekaman percakapan yang viral di media sosial itu sudah dibenarkan oleh Rini maupun Sofyan. Namun keduanya kompak mengatakan rekaman itu tidak utuh.

Menurut Sofyan, pembicaraan itu dilakukan pada akhir 2016. Sofyan mengaku saat itu tengah berkonsultasi dengan Rini terkait investasi PLN dan Pertamina dengan perusahaan swasta di bidang penyediaan energi. (tj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here