Indonesia Dukung Gerakan Wasatiyyah Islam

0
236
Presiden Jokowi bersama para ulama dunia dalam acara High Level Consultation of World Muslim Scholars on Wasatiyyat Islam di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (1/5/2018). (Foto: RB/Tj)

BOGOR – Pemerintah Indonesia mendukung adanya gerakan Wasatiyyah Islam. Gerakan itu dirasa penting untuk menunjukkan kepada dunia tentang Islam sebagai agama rahmat bagi seluruh alam.

“Kami yakin dengan wasatiyyah Islam, kita ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Islam adalah agama yang rahmatan ‘lil alamin yang menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara High Level Consultation of World Muslim Scholars on Wasatiyyat Islam di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (1/5/2018).

Sebagai agama yang menjadi rahmat bagi seluruh alam, lanjut Jokowi, umat Islam harus menjadi tauladan dalam mengembangkan perdamaian dan persatuan.

“Kita harus menjadi pemimpin dalam membangun perdamaian dunia sekaligus kita harus menjadi bangsa yang maju yang menjadi motor penggerak kemajuan dunia,” tuturnya.

Saat ini, kata mantan Gubernur DKI Jakarta ini, telah terjadi banyak kemajuan di negara-negara Muslim. Pembangunan ekonomi, pembangunan politik dan juga pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di negara-negara Muslim berkembang pesat dan tidak kalah dibandingkan dengan belahan dunia lain.

Namun di sisi lain, sambungnya, juga terdapat perkembangan yang menggelisahkan di berbagai belahan dunia. Teknologi komunikasi yang berkembang pesat, penggunaan sosial media yang sangat meluas membawa implikasi sosial yang signifikan.

“Di satu sisi bisa mempemudah interaksi, tetapi di sisi lain media sosial juga digunakan untuk menyebar luaskan ujaran kebencian. Dan bahkan digunakan sebagai media untuk menyebarkan radikalisme. Ini berarti tantangan kita semakin berat dalam mengembangkan pemahaman dan ajaran yang wasatiyyat,” ujarnya.

Karena itu, Indonesia menyambut gembira menguatnya semangat moderasi dalam gerakan besar di dunia Islam. Forum konsultasi tingkat tinggi ini bisa menjadi ajang berbagi pengalaman dalam tasamuh, dalam mengembangkan toleransi.

Ia menuturkan, Wasatiyyah Islam harus menjadi gerakan bersama yang mendunia. Diharapkan dapat menginspirasi para pemimpin, ulama, kaum muda dan umat Islam agar tetap teguh pada jalur moderasi Islam.

Karenanya, keterlibatan para ulama menjadi sangat penting karena para ulama adalah pewaris para nabi dan obor keteladanan bagi umat.

“Jika para ulamanya bersatu-padu dalam satu barisan untuk membumikan moderasi Islam maka saya optimis Poros Wasatiyah Islam Dunia akan menjadi arus utama yang akan memberikan harapan bagi lahirnya dunia yang damai, aman, sejahtera dan berkeadilan. Dan akan menjadi gerakan Islam untuk mewujudkan keadilan sosial,” tukas dia.

Acara pembukaan ini dihadiri Imam Besar atau Grand Syeikh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Muhammad Ath-Thayeb, 100 tokoh ulama dan cendikiawan muslim Indonesia dan dunia serta para duta besar negara sahabat di Jakarta. Hadir pula Wakil Presiden Iran Masoumeh Ebtekar.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antar Agama dan Peradaban Din Syamsuddin. (tj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here