Fraksi PPP Sayangkan Politisasi Aksi Buruh untuk Pencapresan 2019

0
359
Ketua Fraksi PPP DPR RI Reni Marlinawati. (Foto: Radar Sukabumi)

JAKARTA – Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPR RI Reni Marlinawati angkat bicara terkait ulah elit politik yang mempolitisir aksi buruh dengan isu Pilpres 2019.

Dia menilai Hari Buruh Internasional 1 Mei 2018 ini telah dirusak oleh sejumlah peristiwa yang dianggal keluar dari semangat awal pelaksanaan peringatan Hari Buruh tersebut.

“Demonstrasi yang diisi dengan urusan politik praktis seperti kampanye Pilpres 2019, keluar dari hakikat peringatan Hari Buruh,” ungkap perempuan yang akrab di sapa Reni, Selasa (1/5/2018).

Menurut Reni, peringatan hari buruh seharusnya dijadikan ajang reflektif sekaligus korektif atas kebijakan pemerintah di sektor ketenagakerjaan.

“Kami menyesalkan, peringatan hari buruh yang semestinya menjadi ajang reflektif sekaligus korektif atas kebijakan di sektor ketenagakerjaan menjadi missleading, keluar konteks,” ujarnya.

Selain itu, di sejumlah titik aksi demonstrasi terjadi ketegangan seperti di Yogyakarta, Makassar, serta demonstran yang membawa kembang api di depan Istana. Tindakan seperti itu semestinya tidak perlu terjadi. Para demonstran seharusnya bisa menahan diri, karena tindakan kekerasan hanya menjauhkan dari niat awal peringatan Hari Buruh.

Kendati demikian, legislator berjilbab ini, mengapresiasi para buruh dan pekerja di seluruh tanah air yang secara umum memperingati Hari Buruh dengan lancar.

“Saya berharap peringatan Hari Buruh menjadi momentum penting bagi seluruh stakeholder buruh, pemerintah dan pengusaha untuk duduk bersama menyamakan pandangan demi kemajuan sistem ketenagakerjaan di Indonesia,” tutupnya. (Ri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here