Pengembangan Kota Pintar Diminta Perhatikan Kearifan Lokal

0
233
Presiden Jokowi dalam Rapat Pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-32 ASEAN di The Istana Singapura, Sabtu (28/4/2018). (Foto: RB/Tj)

SINGAPURA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut baik inisiatif ASEAN Smart Cities Network (ASCN). Menurutnya, ASCN bisa menjadi jawaban atas tantangan masalah perkotaan yang sangat kompleks.

Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-32 ASEAN di The Istana Singapura, Sabtu (28/4/2018).

“Saya memandang inisiatif ASEAN Smart Cities Network (ASCN) sangatlah baik. Masalah perkotaan sangatlah kompleks dan ASCN merupakan salah satu jawaban terhadap tantangan tersebut. Untuk membangun kota yang berkelanjutan dan inklusif dengan dukungan teknologi serta inovasi,” kata dia.

Jokowi menuturkan, Indonesia sedang mengembangkan Gerakan Menuju 100 Smart Cities yang mendorong penggunaan teknologi untuk memajukan kota guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, transparan dan terpercaya.

Namun, kota pintar yang dimaksud, tak  hanya soal penggunaan teknologi atau pembangunan fisik semata.

“Yang lebih penting adalah bagaimana kita dapat membangun pola pikir, sikap dan karakter masyarakat yang lebih baik,” paparnya.

Lebih lanjut, bekas Gebernur DKI Jakarta itu menyampaikan, pengembangan ASCN perlu mempertimbangkan kebutuhan dan potensi masing-masing kota serta kearifan lokal.

ASCN juga harus berorientasi pada peningkatan layanan publik dan memberikan perhatian pada pemberdayaan masyarakat untuk berinovasi sebagai aktor utama pembangunan.

Dia menilai, potensi ASEAN di bidang e-commerce sangat besar. Kemungkinan, pada 2025 pengguna internet ASEAN akan meningkat 3 kali lipat menjadi 600 juta.

“Pembelanjaan e-commerce diproyeksikan mencapai hampir USD 90 milyar dan total ekonomi berbasis internet akan mencapai USD 200 milyar,” imbuh dia.

Oleh karena itu, di ranah teknologi digital ini Jokowi menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap serangan siber.

“Kita tahu terdapat penyalahgunaan data pribadi dari pengguna Facebook.  Di ASEAN kita perlu memastikan kerangka kerja sama di bidang keamanan siber juga memuat pelindungan data pribadi. Untuk itu kerja sama siber merupakan keharusan,” tukasnya. (tj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here