Novanto Divonis 15 Tahun, ICW: Harusnya Pidana Seumur Hidup

0
196
Setya Novanto divonis 15 tahun penjara. (Foto: Dok. RB)

JAKARTA – Koroordinator Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan Indonesia Corruption Watch (ICW), Tama Satrya Langkun mengatakan, vonis 15 tahun kurungan penjara yang dijatuhkan pegadilan kepada mantan Ketua DPR, Setya Novanto, dinilai kurang maksimal.

Menurut Tama, seharusnya pengadilan bisa memberikan hukuman yang lebih berat. Karena, Novanto memiliki peran yang besar dalam pengadaan Kartu Tanda Penduduk elektronik atau e-KTP.

“Sepatutnya divonis pidana seumur hidup atas perbuatannya dalam perkara korupsi e-KTP,” ujarnya dalam keterangan, Selasa (24/4/2018).

Tama juga menila, pidana tambahan uang  sebagai pengganti, dianggap tak merepresentasikan kerugian terhadap dugaan aksi yang dilakukan mantan ketua umum partai Golkar itu yang menilap uang negara Rp2,3 triliun.

“Tambahan uang pengganti yang dijatuhkan terhadap Setya Novanto hanya sekitar 22,69 persen dari total keseluruhan kerugian negara,” tegas dia

Bahkan, Tama menuding, putusan terhadap Novanto itu jauh dari harapan. Dan, akan berefek kepada para koruptor lainnya.

“Bisa dikhawatirkanakannya dapat menjandi preseden buruk bagi terdakwa korupsi lainnya,” tandas dia.

Sebelumnya, mantan Ketua DPR, Setya Novanto divonis 15 tahun penjara oleh majelis hakim pada Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (24/4/18).

Novanto juta diwajibkan membayar denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan.

“Menjatuhkan pidana dengan pidana penjara selama 15 tahun,” ujar ketua majelis hakim Yanto saat membacakan amar putusan.

Putusan itu lebih ringan dari tuntutan jaksa KPK, yakni 16 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan. (tj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here