Novanto Divonis 15 Tahun Penjara, Golkar Minta KPK Usut Nama Lain

0
214
Politisi Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia. (Foto: Dok. RB)

JAKARTA – Mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto, divonis 15 tahun penjara oleh pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) atas keterlibatannya dalam kasus korupsi Kartu Tanda Penduduk elektronik atau e-KTP.

Kordinator Bidang Pemenangan Pemilu Sumatera DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak berhenti pada Novanto saja, namun juga mengusut pihak lain yang terlibat.

“Kita tunggu, sejauh mana komitmen dan keberanian KPK untuk dapat mengungkap nama-nama lain yang disebut-sebut terlibat,” kata Doli saat dihubungi, Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Mantan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ini menuturkan, dalam kasus e-KTP banyak sekali nama-nama yang sudah masuk dalam berbagai dakwaan. Karenanya, Ia berharap lembaga anti rasuah memperhatikan nama-nama tersebut.

Menurut dia, dengan besarnya dukungan dari masyarakat, tidak ada alasan bagi KPK tak menyelesaikan dan mengungkap pihak lain yang diduga terlibat dalam kasus yang merugikan uang negara sebesar Rp2,3 triliun.

“Saat ini tanggungjawab menyelesaikannya ini ada ditangan KPK,” tukas dia.

Sebelumnya, mantan Ketua DPR, Setya Novanto divonis 15 tahun penjara oleh majelis hakim pada Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Novanto juta diwajibkan membayar denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan.

“Menjatuhkan pidana dengan pidana penjara selama 15 tahun,” ujar Ketua Majelis Hakim Yanto saat membacakan amar putusan.

Putusan itu lebih ringan dari tuntutan jaksa KPK, yakni 16 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan. (tj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here