Bela Sukmawati, Gerindra: Karya Sastra Perlu Dihargai

0
307
Partai Gerindra. (Foto: RB)

JAKARTA – Kecaman terhadap puisi “Ibu Indonesia” yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri saat menghadiri peringatan 29 tahun Anne Avantie terus berdatangan. Bahkan, PWNU Jatim memerintahkan Ansor untuk memproses puisi kontroversi itu.

Namun berbeda dengan pernyataan petinggi Gerindra yang justru terkesan membela puisi Sukmawati yang dianggap mengandung unsur sara karena membandingkan kidung dengan adzan.

Wakil Ketum DPP Herindra Arif Priyono menilai, jika puisi Sukmawati  bukan bentuk penistaan terhadap suatu agama. Demikian disampaikan Arief Puyono kepada telusur.co.id, Selasa (3/4/2018).

Arief menambahkan, puisi yang dibacakan putri mendiang Presiden RI pertama, Soekarno, adalah sastra yang mengandung makna begitu dalam.

“Itu karya sastra, tidak bisa dianggap penistaan. Itu sastra yang sangat dalam artinya. Tidak bisa dianggap menghina,” kata Arief.

Menurutnya, memang tidak banyak orang yang dapat mengartikan sastra dengan baik. Sebab, satra harus dimaknai dengan dalam dan sungguh-sungguh.

“Jarang-jarang memang yang bisa mengartikan sastra dengan baik,” kata Arief.

Dia pun menduga orang yang melaporkan Sukmawati ke Polisi tidak mengerti akan sastra. Dia juga menduga orang tersebut hanya mencari muka.

“Kayaknya (yang melaporkan Sukmawati) tidak mengerti sastra. Cuman mau cari muka. Itu sastra yang tinggi bangat!” kata Arief.

Sebelumnya Sukmawati Soekarnoputri resmi dilaporksn ke polisi. Laporan itu dilayangkan oleh M Subhan, seorang wiraswasta, ke Bareskrim Polri, Selasa (3/4/2018), sebagaimana suarat pelaporan yang beredar luas di group WhatsApp.

Laporan yang dibuat telah diterima polisi dengan nomor register TBL/336/IV/2018/Bareskrim. Adapun laporan yakni dugaan tindak pidana penistaan agama.

Bukan hanya ke Bareskrim Polri, adik Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri itu pun dilaporkan seorang pengacara bernama Denny Adrian Kushidayat ke Polda Metro Jaya dengan nomor register LP/1782/VI/2018/PMJ/Dit. Reskrimum. (Rn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here