Jokowi Ingatkan CPNS, Masyarakat Ingin Dilayani Cepat

0
260
Para CPNS Setkab peserta Presidential Lecture Tahun 2017, di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (27/3). (foto: Humas/Agung)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan bahwa pemerintah dituntut bekerja lebih cepat, responsif, tanggap dan lebih efisien. Begitu juga dengan birokrat, mereka dituntut untuk bekerja lebih cepat, lebih responsif, serta lebih efisien.

Ia mencontohkan saat dirinya jadi gubernur pernah mengecek waktu yang diperlukan untuk mengurus Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) yang hanya satu lembar dan sinya nama perusahaan, nama pemilik, alamat, modal usaha, dan jenis usaha, diperlukan waktu dua minggu.

“Padahal hanya nulis tadi, nama perusahaan, nama pemilik, alamat, modal kerja, jenis usaha. Hanya lima tulisan. Saya tungguin 2 menit selesai. Harusnya 2 menit selesai, karena memang ini selesai,” kata Jokowi pada acara Presidential Lecture kepada CPNS Tahun 2017, di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Hal seperti inilah, lanjut Jokowi, yang harus diketahui CPNS  bahwa masyarakat ingin dilayani drngan cepat. Karena itu, para birokrat harus bekerja cepat. Artinya, jika bisa selesai 3 menit, tidak perlu seminggu.

“Inilah tugas saudara-saudara dan tantangan saudara ke depan. Birokrasi kita ini harus kita siapkan, sehingga kita betul-betul bisa menghadapi tantangan global, tantangan zaman yang tadi saya sampaikan. Perubahan yang sangat cepat sekali,” tuturnya.

Sebagai birokrat, Jokowi meminta kepada para CPNS agar mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, mengikuti gagasan inovatif, mengikuti dinamika politik, sosial dan ekonomi, serta selalu mendengarkan keinginan masyarakat.

“Kalau masyarakat ingin dilayani cepat, jangan sampai para birokrat melayani dengan lambat. Dimaki-maki kita nanti,” ujarnya.

Untuk itu, Jokowi berpesan agar para CPNS terus dipenuhi rasa ingin tahu dan harus kepo.

“Sekali lagi harus kepo, ingin tahu, ingin ngerti, jangan rutinitas, jangan monoton, saudara-saudara harus kepo terhadap perkembangan iptek, harus kepo terhadap inovasi, harus kepo terhadap dinamika jaman, harus kepo terhadap aspirasi dan keinginan masyarakat. Jangan hanya kepo terhadap mantan pacar saja,” tandasnya. (es/rb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here