Pilgub di Jawa Tentukan Cawapres Jokowi

0
398
Direktur Lembaga Kajian dan Survei Nusantara (LAKSNU) Gugus Joko Waskito. (Foto: istimewa)

JAKARTA – Pemilihan Gubernur (Pilgub) di tiga daerah di Pulau Jawa, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur dinilai bakal menjadi penentu arah koalisi partai politik serta sosok pendamping Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilres) 2019.

Hal itu tidak terlepas dari jumlah pemilih yang sebagian besar terdapat di Pulau Jawa. Alasan itu pula yang menjadikan Pilgub di Pulau Jawa bakal menjadi barometer dalam menenentukan siapa figur pendamping Joko Widodo (Jokowi) nanti.

“Jawa adalah kunci, ungkapan itu saat ini masih relevan untuk Pilpres 2019. Karena jumlah pemilih saat ini yang sekitar 190 juta pemilih hampir 70% sebarannya di Pulau Jawa,” kata Direktur Lembaga Kajian dan Survei Nusantara (LAKSNU) Gugus Joko Waskito,” Selasa (13/3/2018).

Gugus mengungkapkan, Daftar Pemilih Tetap (DPT) KPU Jabar tercatat 24, 5%, DPT Jateng 21% dan DPT Jatim 21,3% dari total jumlah pemilih Pemilu 2019. Lalu, 66, 8% pemilih Pilgub di tiga Provinsi di Pulau Jawa itu adalah pemilih Pemilu 2019.

Karena itu, siapa pemenang di tiga Pilgub di pulau Jawa tersebut akan menentukan arah dukungan dan koalisi di Pilpres 2019.

“Kalau kita analisa survei terkini Februari 2018 dari beberapa lembaga survei, peta kekuatan Pilgub saat ini adalah Ridwan Kamil-UU atau Dedy Mizwar-Dedy Mulyadi untuk Jabar, Ganjar-Yasin untuk Jawa Tengah dan Khofifah-Emil atau Gus Ipul-Puti yang bersaing ketat di Jatim,” ujarnya.

Dari peta Pilgub itu, terang Gugus, partai pengusung calon yang berpotensi menguasai Jawa adalah PDI-P, PPP dan Golkar. Itu jika pertimbangannya kader parpol potensial yang akan memenangkan pertarungan pada Pilgub 2018 di Jawa.

“Kita tahu Ganjar Pranowo Cagub Jateng dan Puti Guntur Soekarno Putri Cawagub di Jatim kader PDI-P, lalu UU Ruhzanul Ulum Cawagub di Jabar dan Taj Yasin Cawagub di Jateng kader PPP, dan Deddy Mulyadi Cawagub di Jabar kader Golkar,” jelasnya.

Menurut Gugus, ketiga parpol tersebut yakni PDI-P, PPP dan Golkar adalah partai koalisi pendukung Jokowi. Parpol tersebut bahkab sudah deklarasi mengusung kembali Jokowi sebagai capres di Pilpres 2019.

“Kalau demikian, maka Pilgub 2018 di tiga provinsi di Pulau Jawa menurut saya menentukan siapa bakal Cawapres yang akan di pinang Jokowi untuk memuluskan keterpilihan kembali Jokowi pada Pilpres 2019 yang akan datang,” tandasnya.

Jika Ridwan Kamil-UU, Ganjar-Yasin dan Gus Ipul-Puti menang pada Pilkada Jabar, Jateng dan Jatim, maka PDI-P dan PPP disebut punya peluang untuk mendorong kadernya sebagai bakal cawapres Jokowi.

Namun, jika di Jatim Khofifah-Emil Dardak memenangkan pilkada, maka pada tiga propinsi tersebut PPP akan mendapatkan dampak elektoral pada Pemilu 2019 dan kader PPP punya peluang cukup besar untuk dipinang Jokowi sebagai Cawapres 2019.

Gugus menilai, Golkar mulai mengerucut mendorong Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto sebagai Cawapres Jokowi. Lalu PPP diduga bakal mengusung Ketum PPP Romahurmuziy sebagai Cawapres Jokowi. Saat ini tinggal PDI-P yang belum bisa ditebak akan direkomendasikan siapa untuk mendampingi Jokowi pada Pilpres.

“Meski Jokowi yang akan memilih cawapres pendampingnya pada Pilpres 2019, Jawa adalah barometer politik nasional, dan Pilgub 2018 di tiga provinsi di Pulau Jawa adalah kunci siapa yang akan di pinang Jokowi sebagai cawapres,” pungkasnya. (rb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here